Tuan Hebat
Tuan,
Jika sekiranya aku hanya tempat singgah
Jangan berikan harap padaku tentang rumah yang nyaman pada tuan
Janji kemarin terlalu membuatku ceroboh
Hingga kujatuhkan segala harap pada pundak tuan yang tidak sepenuhnya padaku
Kukira, kali ini akan berhasil
Sebab semua yang tuan katakan seolah pasti akan tuan tepati
Nyatanya, mulut memanglah tempatnya ingkar
Tuan tertanam sebagai juara pembohong dalam kepala
Namun tuan juga masih tetap menjadi juara dalam hati sebagai satu-satunya luka yang sulit untuk disembuhkan
Tuan hebat
Menjadi juara dalam 2 tempat sekaligus
Menjadi satu-satunya manusia yang masih kutanamkan harap meski usai menoreh luka
Tuan
Ku ucap selamat
Hatimu masih baik-baik saja
Sedang aku, kembali memperbaikinya