Ada, Bukan Untuk Bersama
Kukira, kita sama-sama punya rasa
Nyatanya, hanya aku yang penuh harap
Awalnya biasa saja
Namun, lama-lama bersamamu menjadi inginku yang paling besar
Anggap saja ini keegoisanku
Aku menginginkanmu
Yang sebenarnya diinginkan oleh banyak manusia
Yap kamu sesempurna itu
Seolah Tuhan menciptakanmu dengan bentuk paling baik yang pernah aku temui
Hingga, seutuhnya aku ingin kamu
Walau seperlunya kamu bersamaku