PRIA HEBAT YANG KUKENAL
Kali ini, tulisannya mungkin sedikit lebih panjang
Isinya, lebih mengarah ke cerita tentang seseorang
Entah kenapa. Aku hanya ingin menulisnya
Ini tentang salah satu pria hebat yang aku kenal
Yah Ayahku.
Mungkin untuk kalian yang mengenalku, pasti juga mengenalnya
Dan untuk kalian yang tidak tahu, akan ku beri tahu
Ayahku tidak begitu tinggi
Tapi bebannya tiada tanding
Kulitnya tidak lagi putih
Sebab tiap hari,terik panas matahari adalah teman bermainnya
Ayahku hebat,
Meski banyak pilihan untuk pergi
Namun ia tidak pernah meninggalkan kami
Aku tidak pernah melihatnya menangis, bahkan sesulit apapun keadaan kami
Ayahku bahkan tidak pernah mengeluh capek
Padahal tidak bilang pun, sudah kelihatan kalau ia pasti lelah
Dan yah ayahku bahkan tidak pernah mengeluh perihal makanan apapun yang aku masak. Prinsip ayahku, itu yang ada maka itu yang dimakan
Ah yah ada satu momen paling menyedihkan
Yang dmana, itu menjadi hari terburuk yang pernah aku jalani
Tepat pada hari kamis dan tepat pada hari dimana kakak laki-laki ku bertambah usia
Hari itu, menjadi hari Patah hati terhebatku
Kehilangan seseorang yang bahkan tidak dapat digenggam lagi
Aku kehilangan cinta pertama ku sebagai anak perempuan
Kehilangan tujuan ketika aku merasa kesulitan
Hari itu, serasa tak percaya
Disaat ayahku menutup mata tanpa ada lagi suara
Duniaku runtuh seketika. Tangisku pecah dihadapan pria hebat yang terbujur kaku dengan wajah pucat
Pelukan menghampiriku. Dan yah itu kakak ku
Saat kusadari bukan hanya aku yang hancur, aku mulai menahan air mataku dan menepuk pundakku sendiri sembari berkata
"Sudah yah, kamu hebat"
Emosi ku mulai kutahan, air mata tidak lagi bercucuran
Padahal aku bahkan mengerti bahwa menangis adalah hal normal pada hari itu
Namun, yang difikirku saat itu
Aku dan kakakku cuma berdua
Kalau aku nangis, kakakku pasti ikut menangis
"Sudah, tahan" batinku
Tiba waktu dimana ayahku akan dimandikan
Kenyataan semakin dekat, bahwa aku tidak akan pernah lagi melihatnya
Saat tubuh kakunya diangkat, tubuhku mulai lemah
Usahaku untuk menahan tangisku tidak lagi mempan
Isi kepala berkecamuk
Air mata kembali pecah
Bibir mulai meracau tentang banyak hal
Penyakitku kembali menyerang
Tubuhku mulai bergetar
Saat hampir terjatuh, beberapa tangan berusaha menangkapku
Yah sepupu-sepupu dari keluarga ayahku adalah yang terbaik
Aku bahkan mendengar beberapa dari mereka menyuruhku untuk menangis
Samar-samar kudengar ibuku meminta sepiring nasi
Yah perutku belum terisi. Padahal aku bahkan tau kalau tidak boleh terlambat makan sedikitpun
Penyakitnya mungkin ringan tapi tidak boleh diremehkan
Benar yah, kehilangan membuat selera makan juga hilang
Makanan yang masuk bahkan terasa hambar
2 sendok selesai
Perutku sudah enggan menerima
Beberapa proses sudah selesai
Menuju proses terakhir
Pengantaran kerumah terakhir
Kembali dibuat haru
Sebab banyak sekali massa yang ikut andil di pengantaran
Hal itu pasti membuatku terkejut
Kami warga baru. Bahkan belum setahun disini
Dan kami hanya mengenal segelintir orang didaerah ini
Aku yang awalnya hanya berfikir tentang beberapa orang kemudian dikagetkan dengan banyaknya orang yang hadir
Banyak-banyak kuucap rasa syukur
Ayahku pasti sangat baik
Sebab semua prosesnya sangat dimudahkan yang maha kuasa