24 maret 21

Ceritanya masih sama
Lukanya msih terasa
Kadang tuan tidak begitu paham
Bahwa sebenarnya tuan telah menggores luka begitu dalam
Tuan, terlalu menggunakan perasaan memang tidak baik
Tapi setidaknya jangan buat puan kesulitan menopang luka.

Kemarin, kulihat puan kembali menatap langit langit kamar dengan pandangan kosong
Awalnya kukira ia hanya tengah bercanda
Namun tak kusangka pandangan puan berubah menjadi sendu
Puan menangis tersedu-sedu
Pundak tegar yang beberapa menit lalu kupandangi 
Bergetar hebat seakan diguncang oleh luka yang begitu dalam

"Puan?" 
"Apa yang membuatmu begitu bersedih?"

Puan terdiam
Acap kali terdengar isak yang begitu menyesakkan

"Puan?" Kataku sembari memegang pundaknya

Puan menatapku begitu dalam
Namun bulir air mata tak berhenti mengalir dari pelupuk mata

"Sesak" 
Katanya sembari menggenggam erat
Aku mengangguk membalas tatapannya sembari tersenyun lembut. Puan memang hebat. Si cantik ini masih saja mencintai satu pria yang bahkan menyakitinya berulang kali.

"Tinggalkan saja, bagaimana?" 
Tanyaku pelan agar tak membuat puan semakin terluka. Seperti dugaanku. Ia menggeleng keras. Puan terlalu cinta rupanya.

"Jika saja meninggalkannya semudah itu, aku yakin bahwa sedari awal aku memang tidak pernah mencintainya."

Aku mengernyit. 
Puan mengerti.
Namun dia hanya memaksa untuk tersenyum. 

"Kamu akan paham ketika kamu menemukan seseorang yang kamu cintai" 

Postingan populer dari blog ini

Bagaimana?

banyak kepala

.