MALAM
Malam kemarin
Malam yang membuatku sadar bahwa bintang juga bersedih
Ia redup tak berarti
Sinarnya sudah tidak lagi mengandung arti
"Akankah aku redup seperti bintang?"
Pertanyaan yang terus memutar didalam kepala
Membuatku tak mampu lagi melangkah
Nyatanya, meski umur telah dewasa
Namun aku masih cukup terbilang kanak-kanak
Butuh dituntun agar mampu berjalan
Butuh digenggam agar mampu terus kuat
Butuh disayang untuk merasa selalu nyaman
Untuk sesaat, aku tersadar
Bahwa dewasa memang tak pernah indah seperti bayangan saat dulu masa kanak-kanak
Namun alam selalu berputar
Membuat kita mau tidak mau harus menjalani hal yang tidak kita sukai
Haah Malam memang menenangkan
Tapi terlalu banyak renungan